You are here
Home > NASIONAL > Rinjani dan The Gili’s, Brand Kuat Pariwisata NTB

Rinjani dan The Gili’s, Brand Kuat Pariwisata NTB

Mataram – Cara paling strategis dalam membangun persepsi pariwisata adalah dengan menggalakkan branding. Meski sektor pariwisata tergolong bergerak positif, brand pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai belum kuat. ‘’Pariwisata akan menjadi leading sektor. Namun, pariwisata NTB belum memiliki brand atau merk dagang yang kuat,’’ kata DR Hery Margono, utusan Kementerian Pariwisata NTB dalam Focus Discussion Group di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTB, Selasa (24/5).

Focus Discussion Graoup membangun brand pariwisata NTB di kantor Dinpar dan Kebudayaan NTB, Selasa (24/5)
Focus Discussion Graoup membangun brand pariwisata NTB di kantor Dinpar dan Kebudayaan NTB, Selasa (24/5)

Menurut Hery, branding sektor pariwisata di NTB merupakan salah satu upaya pemerintah mewujudkan target kunjungan wisatawan 20 juta selama 2016 ini. Selain NTB, Kementerian Pariwisata RI juga tengah berupaya mem-branding 10 daerah lain di Indonesia. ”Saat ini kita punya strategi pemasaran pariwisata Indonesia dengan brand Wonderful Indonesia. Nah, NTB juga harus punya brand pariwisata. Brand ini akan memudahkan wisatawan memilih daerah mana yang akan menjadi tujuannya berlibur,”  jelasnya pengarang buku Manajemen Insan Sempurna ini kepada wartawan di sela-sela diskusi.

Intinya kata Hery, kegiatan ini digelar untuk menyerap aspirasi dan masukan dari pelaku pariwisata dan pihak-pihak terkait di NTB. Selanjutnya, tim yang diketuai Hery ini akan kembali menggelar diskusi dalam beberapa pekan kedepan untuk memaparkan kembali hasil serapan terkait upaya branding pariwisata NTB ini.

Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB. (photo: Apink Alkaff)
Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB. (photo: Apink Alkaff)

Selain membangun brand sambungnya, nantinya akan ditetapkan pula logo dan tag line pariwisata NTB. Setelah NTB memiliki merk dagang pariwisata, brand itu akan menjadi panggung komunikasi semua pihak dalam membangun pariwisata NTB. ‘’Posisi branding pariwisata NTB ini harus segera ditentukan. Apakah nantinya kita akan membranding Lombok – Sumbawa ini berdasarkan gunung atau pantainya,’’ sebut Hery.

Dalam diskusi kali ini, brand gunung dan pantai yang paling mencuat. Pulau Lombok dengan Gunung Rinjani-nya dan Pulau Sumbawa dengan Gunung Tambora. Ataukah pulau-pulau kecil (the gili’s) di sekitar Pulau Lombok dan Sumbawa. Diujung diskusi, brand Rinjani dan gili yang menjadi kandidat kuat brand baru yang akan disandang pariwisata NTB.

Menurut Zaini Muhammad, perupa sekaligus staf Taman Budaya NTB, bicara pariwisata NTB berarti berbicara soal Gunung Rinjani dan Tambora. Brand gunung untuk pariwisata NTB dinilai seniman gondrong ini lebih layak menjadi brand pariwisata Lombok – Sumbawa.

Beda halnya dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia NTB, H Sukisman. Menurut Sukisman, sebelum menentukan brand, sebaiknya dilihat, obyek wisata mana yang paling banyak diminati wisatawan. ‘’Apakah itu gunung atau pantai, kita harus melihat sasaran iklan kita kemana,’’ kata Sukisman yang lebih condong mengangkat pantai dan pulau-pulau kecil sebagai brand pariwisata NTB.

Tingginya minat wisatawan asing maupun domestik akan wisata pantai, khususnya Gili Trawangan dibenarkan para pelaku wisata. ”Wisatawan asing maupun lokal belum merasa berlibur ke Lombok kalau belum menginjakkan kaki di Gili Trawangan,” kata Farhan, salah pemilik jasa perjalan wisata Mataram. (*)

Apink Alkaff

 

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top