You are here
Home > EKONOMI BISNIS > Rumah Kreatif BNI untuk Masyarakat Lereng Rinjani

Rumah Kreatif BNI untuk Masyarakat Lereng Rinjani

Mataram – Program Rumah Kreatif Bank Negara Indonesia (BNI) untuk masyarakat di sekitar lereng kawasan Rinjani Geopark ini patut mendapat apresiasi. Betapa tidak, program pemberdayaan masyarakat berkesinambungan dan menguntungkan masyarakat. Program BNI dengan dana CSR-nya (corporate social responsibility) tidak melakukan pendampingan dan pelatihan, tetapi juga memberikan bantuan modal kepada 40 perwakilan masyarakat dari lima kabupaten (Lobar, Loteng, Lotim, KLU, Kota Mataram) di lereng Rinjani.

Pimpinan Cabang BNI Mataram, Akhmad Indra menjelaskan, misi utama BNI Mataram adalah membantu pemerintah daerah dalam mengembangkan perekonomiannya. ‘’Kalau daerahnya maju, otomatis bank juga akan maju,’’ ujarnya kepada wartawan di arena Diklat Pendampingan Pengembangan Produk Pariwisata di Jalur Geowisata Geopark Rinjani Lombok, di kantor Budpar NTB, Jumat (12/8).

Menurutnya, Rumah Kreatif ini merupakan salah satu upaya BNI Mataram dalam pemberdayaan masyarakat. Nantinya, program ini  akan dikelola secara kreatif untuk memaksimalkan potensi masyarakat. Yang nantinya, produk-produk yang dihasilkan bisa bernilai ekonomi lebih tinggi.

Seperti kata dia, kain tenun Lombok yang begitu sangat diminati pasar nasional. Indra melihat, harga kain tenun Lombok ini masih berkisar antara 400 ribu hingga 500 ribu rupiah. Padahal, pembuatan selembar kain Lombok butuh tenun butuh waktu seminggu sampai sebulan.

Nah, melalui Rumah Kreatif BNI sebutnya, diharapkan harga kain tenun Lombok itu bisa terdongkrak. Tentunya, dengan sedikit sentuhan tangan kreatif untuk menghasilkan produk memiliki nilai ekonomis tinggi.

Sebelumnya, kehadiran Rumah Kreatif BNI sambung Indra, sudah ada Jenggik, Lombok Timur. ‘’Rumah Kreatif BNI di Lotim ini untuk tenaga kerja Indonesia dan sudah berjalan dua bulan. Sedangkan Rumah Kreatif BNI kali ini, akan memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan Geopark Rinjani,” bebernya.

Lebih jauh dijelaskan Indra, nantinya, kelima kabupaten/kota yang masuk dalam lingkar kawasan Geopark Rinjani, akan mengembangkan geo tour (perjalanan wisata), geo house (rumah penginapan), geo food (kuliner tradisional) dan geo gift (kerajinan). Masing-masing bidang akan diambil dua orang. Sehingga, satu kabupaten/kota akan diwakili delapan orang untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan Rumah Kreatif BNI selama lima bulan. ‘’Materi yang disampaikan disusun oleh Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan ITB (Institut Teknologi Bandung),” sebut Indra.

Di tempat yang sama, Yani Adriani, dari Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan ITB menjelaskan, konsep pengelolaan wisata kawasan lingkar Geopark Rinjani  ini akan lebih banyak mengangkat konten lokal. Pengelolaannya, berwawasan lingkungan karena terkait erat dengan kawasan Geopark Rinjani.

Salah satu tujuan diusulkannya Gunung Rinjani masuk dalam jaringan Unesco Global Geopark (UGG) adalah untuk mengembangkan pulau Lombok sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Selain itu, juga dihajatkan untuk memberdayakan perekonomian masyarakat di lingkar Gunung Rinjani.  ‘’Presiden RI sangat memperhatikan dan konsen terhadap pengembangan kawasan Gunung Rinjani ini, sehingga mengeluarkan Perpres (Peraturan Presiden) Nomor dua tentang pengembangan kawasan Geopark Gunung Rinjani,” ungkap Asisten Deputi Wisata Alam dan Buatan Kementerian Pariwisata RI, Azwir Maloan usai acara pelatihan.

Menurutnya, keterlibatan pihak BUMN, dalam hal ini BNI Mataram melalui programnya, Rumah Kreatif BNI ini tentu sangat diapresiasi.  “Mengembangkan sektor kepariwisataan itu tak bisa dilakukan sendiri-sendiri, namun harus melibatkan para stakeholder, tidak terkecuali pihak perbankan,” kata Azwir.(*)

Apink Alkaff

 

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top