You are here
Home > ADVENTURE > Serunya Barapan Kebo ala Sumbawa Barat

Serunya Barapan Kebo ala Sumbawa Barat

‘’Kapolres KSB, Kadis Pariwisata NTB, dan Ketua KONI NTB terjungkal’’

Di daerah lain dikenal dengan budaya karapan sapi atau balapan kuda. Tapi di Kabupaten Sumbawa Barat, masyarakat lebih akrab dengan barapan kebo atau karapan kerbau.

Peserta barapan kebo, di Desa Tapir, Seteluk, Sumbawa Barat.

Saking populernya, hampir setiap tahun kabupaten ujung barat pulau Sumbawa ini selalu menggelar even ini. Seperti barapan kebo yang digelar di Desa Tapir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), 2 April lalu.

Selain sudah terjadwal dalam even  tahunan Festival Pesona Mantar, barapan kebo ini juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan Festival Pesona Tambora (FPT) 2017. Bahkan, barapan kebo ini menjadi gawe pembuka dari seluruh rangkaian FPT 2017.

Saking populernya lomba adu cepat kerbau di KSB, pesertanya berasal dari hampir seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari petani, pengusaha, politisi, sampai Bupati KSB, DR Ir HW Musyafirin. Tak ketinggalan, kebo milik kades dan camat juga turut serta dalam lomba tradisional bergengsi ala masyarakat KSB ini.

Tamu VIP barapa kebo di Sumbawa Barat

Keriuhan  dan semangat warga KSB dalam mengikuti lomba ini  bisa dilihat dari antusiasme ribuan warga dan jumlah pesertanya. Total jumlah peserta 320 pasang kerbau atau 640 ekor kerbau. Sayangnya, even ini masih digelar sederhana alias masih minim sentuhan entertain.

Beda dengan lomba sejenis di daerah lain, barapan kebo ala Sumbawa Barat ini mengadu kecepatan setiap peserta lomba. Setiap pasangan kebo dengan joki dilepas dalam trek lurus berlumpur sepanjang 100-an meter.

Jika joki tidak menabrak satu tiang tanda di garis finis, peserta lomba dinyatakan gugur. Selain adu kecepatan, barapan kebo ini mempertontonkan keahlian joki mengendalikan tunggangannya.

Bagi joki amatiran dan belum pernah mencoba, joki dipastikan bakal terhempas dan menatap lumpur arena lomba. Bahkan, tak jarang joki berpengalaman sekalipun pun harus terjungkal saat balapan.

Ketua KONI NTB, Andy Hadianto saat mencoba barapan kebo di Sumbawa Barat, NTB. (foto; sigit SL)

Kemampuan mengendarai kebo ini sempat dicoba tiga pejabat NTB yang menjadi tamu VIP. Adalah Kadis Pariwisata NTB, HL Muhammad Faozal, Ketua KONI NTB, Andy Hadianto, dan Kapolres KSB, AKBP Teddy Suhendyawan Syarif. Tentu, ketiganya terhempas dan mandil lumpur saat mencobanya.

Anehnya, pejabat teras KSB justru tidak ada berani main lumpur mencoba olahraga tradisionalnya. Kendati demikian, Bupati KSB dalam sambutannya berkomitmen untuk terus mendukung atraksi budaya tradisional KSB ini. ‘’Kami sangat serius untuk mengembangkan sektor pariwisata ini,’’ ungkap Bupati KSB, Musyafirin sebelum membuka lomba. Musyafirin juga berjanji, pemerintahan yang dipimpinnya akan memaksimalkan penganggaran sektor pariwisata setiap tahunnya.(*)

Apink Alkaff

 

 

 

 

 

 

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top