You are here
Home > ADVENTURE > Setelah Menyapa, Kini Festival Pesona Tambora 2016 Menggoda Dunia

Setelah Menyapa, Kini Festival Pesona Tambora 2016 Menggoda Dunia

MATARAM—Setelah menyapa dunia, kini Pesona Tambora menggoda dunia. Kali ini, Tambora dan pesona wisata Sumbawa menyuguhkan festival nasional berkelas internasional. Festival Pesona Tambora 2016.

Saat ini, pesona wisata Lombok-Sumbawa memang tengah menjadi sorotan dunia. Lebih-lebih, setelah predikat halal diraih Pulau Lombok yang menyedot perhatian dunia, wabilkhusus dunia arab. Tak berlebihan, jika saat ini pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat juga sangat konsen menggelar ragam even wisata. Tidak lain, berbagai ikhtiar ini bertujuan mempromosikan pesona Lombok-Sumbawa di mata dunia.

Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, dan Danlanal Mataram, Kolonel Marinir Rahmad Djunaedy dalam press Converence persiapan Festival Pesona Tambora 2016 di Kantor Disbudpar NTB, Selasa (22/3).
Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin, Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal, dan Danlanal Mataram, Kolonel Marinir Rahmad Djunaedy dalam press Converence persiapan Festival Pesona Tambora 2016 di Kantor Disbudpar NTB, Selasa (22/3).

Menyambut peluang dan dukungan Kementerian Pariwisata inilah, Dinas Pariwisata NTB kembali meng-explore potensi-potensi tersimpan Lombok dan Sumbawa.

‘’Menurut analisis mantan Menteri Perikanan dan Kelautan RI, Rohmin Dahuri, potensi perekonomian di kawasan Teluk Saleh, Pulau Sumbawa, jika dikembangkan bisa mencapai Rp 11 triliun. Banyak sektor yang bisa dikembangkan di kawasan Samota (Teluk Saleh, Moyo, dan Tambora) ini,’’ ungkap Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin dalam press converence persiapan Festival Pesona Tambora (FPT) 2016 di aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Selasa (22/3).

Segudang potensi perekonomian di kawasan Samota sambung Amin, haruslah dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat. ‘’Nantinya, puncak acara FPT ini bakal dipusatkan di Desa Doro Ncanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Tepat, di kaki Gunung Tambora,’’ jelasnya.

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin.
Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin.

Rencananya, puncak acara FPT 2016 ini akan dihadiri Presiden RI, Jokowi atau Wakil Presiden M Jusuf Kalla. ‘’Selain menghadiri even ini, kepala negara atau wakil kepala negara akan meresmikan operasional pabrik gula terbesar di kawasan Indonesia Timur (PT SMS) yang juga terletak di Doro Ncanga,” tambah Amin.

Semua kegiatan ini nantinya dibiayai APBN dan akan mendapatkan perhatian besar dari media nasional maupun internasional. Bayangkan lanjut Wagub, nilai investasi pabrik gula di Doro Ncanga ini sebesar Rp 1,6 triliun. Setelah beroperasi nanti dapat memproduksi gula sebanyak lima ribu ton per hari dan melibatkan tenaga kerja belasan ribu orang.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, HL Moh. Faozal menyebutkan, rangkaian pelaksanaan kegiatan FPT 2016 telah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Diawali dengan tiga seminar tingkat nasional terkait potensi kepariwisataan NTB dan diakhiri seminar nasional wisata halal yang diselenggarakan Kompas Group di Mataram. Mantan Kabag Humas Setdaprov NTB ini juga membeberkan, FPT 2016 ini akan menjadi agenda tahunan Disbudpar NTB. Pembiayaan juga sepenuhnya dipegang APBN di Kementerian Pariwisata RI. ‘’Insyaallah tahun ini anggarannya sekitar Rp 4,5 miliar,’’ bebernya.

Salt Lake (danau air asin) di Pulau Satonda, Dompu yang menjadi salah satu potensi unggulan dalam FPT 2016.
Salt Lake (danau air asin) di Pulau Satonda, Dompu yang menjadi salah satu potensi unggulan dalam FPT 2016.

Anggaran ini jelasnya, digunakan untuk menggelar 18 even dalam rangkaian FPT 2016. Diantaranya, bidang edukasi dilakukan tiga kali seminar nasional dan delapan even lain, serta enam pentas budaya. ‘’Salah satu kegiatannya, grand launching akan digelar di halaman kantor Gubernur NTB dengan menampilkan pertunjukan musik berkelas, Purwacaraka,”  ungkap Faozal.

Merespon kegiatan besar ini, Lanal Mataram juga mengambil peran. Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Mataram, Kolonel Marinir Rachmad Djunaedy mengaku akan mendukung penuh seluruh rangkaian FPT 2016 ini. “Sesuai permintaan Pemda NTB kepada Kepala Staf TNI AL (Kasal), nantinya akan ada salah satu kapal perang TNI AL (KRI) yang akan mendukung kegiatan ini,” sebut Rachmad.

Rachmad juga menyebutkan, pihaknya menanggapi positif permintaan untuk terkait terjun payung. Nanti sambungnya, TNI AL akan menerjunkan 12 atlet terjun payung di lokasi puncak acara di Doro Ncanga. ‘’Nantinya, ke-12 penerjun ini masing-masing membawa bendera Indonesia, Pataka (Lambang) Pemerintah Provinsi NTB dan bendera 10 kabupaten/kota se NTB,’’ tandas Danlanal enerjik ini. (*)

Apink Alkaff  

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top