You are here
Home > HUKUM > Slank Gelar Aksi Tolak Revisi UU KPK

Slank Gelar Aksi Tolak Revisi UU KPK

Kepekaan sosial grup band yang satu ini memang patut diacungi jempol. Senin (22/2), group Slank menyampaikan dukungannya atas penolakan revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aksi Slank menolak revisi UU KPK
Aksi Slank menolak revisi UU KPK

Selain menyatakan sikap di gedung KPK Kuningan, grup Slank juga sempat menghibur para jurnalis yang biasa mangkal di gedung itu. Dalam akun resmi KPK disebutkan, pada saat yang sama Wadah Pegawai KPK juga menyampaikan pernyataan sikapnya. Isinya;

  1. Sesuai dengan Amanah Nawacita, mendesak Presiden RI segera menarik draf usulan pemerintah mengenai Revisi UU KPK.
  2. Mendesak DPR RI sebagai wakil rakyat untuk segera menghentikan dan membatalkan draf RUU KPK yang jelas-jelas melemahkan gerakan pemberantasan korupsi di negeri ini.
  3. Mendukung sepenuhnya sikap tegas Pimpinan KPK dalam menolak Revisi UU KPK dan segala bentuk upaya pelemahan KPK.

Postingan akun KPK ini sontak saja mendapat ribuan dukungan dari para netizen. Belum sampai satu jam di posting, pernyataan sikap Slank terhadap upaya melemahkan KPK ini pun mendapat dukungan mutlak.

12743596_1106049836106662_4019502120650533944_n‘’Atas nama hatinurani ini, saya sangat-sangat tidak mendukung revisi atau istilah apa lagi yang bersifat merubah aturan yang sudah ada di KPK. Tinggal tegakkan hukum dan aturan serta keadilan ya. Terimakasih Slank,’’ ungkap Toentas Eric Witardjo dalam komennya.

Nada hampir sama juga disampaikan Grace Tambunan. ‘’Bapak Jokowi: Saya percaya Bapak peka terhadap motif di balik agenda ini. Gerakan penggembosan independensi KPK. Dengarkan kami, rakyat Indonesia, menolak revisi UU KPK. KPK harus mengawasi mengawasi DPR/DPRD! Atau buabarkan DPR,’’ kata Grace.(*)

Apink Alkaff

 

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top