You are here
Home > INTERNASIONAL > Spektakuler, Gema Barzanji Hangatkan Nuansa Islami Kota Mataram

Spektakuler, Gema Barzanji Hangatkan Nuansa Islami Kota Mataram

‘’Engkau mentari, Engkau rembulan, dan Engkau cahaya diatas cahaya,’’ demikian salah satu arti penggalan syair yang tertuang dalam Barzanji yang dibacakan sekitar 10 ribuan umat Islam di sepanjang jalan utama Kota Mataram, Kamis (28/7).

Gema syair, doa, dan puji-pujian atas baginda Nabi Muhammad SAW yang dibacakan puluhan ribu umat Islam ini mampu menghangatkan nuansa Islami Kota Mataram. Tidak itu saja, setelah mengumandangkan doa dan syair Barzanji, sekitar 93 ribu siswa-siswi Kota Mataram berkumpul dan melantunkan mars MTQ Nasional. Perhelatan akbar menyambut  MTQ Nasional ke-26 ini pun memecahkan rekor Muri 2016.

Sekitar 100 ribu siswa se-KOta Mataram berkumpul melantunkan Mars MTQ Nasional di jalan utama Kota Mataram untuk memecahkan rekor Muri, Kamis (28/7).
Sekitar 100 ribu siswa se-KOta Mataram berkumpul melantunkan Mars MTQ Nasional di jalan utama Kota Mataram untuk memecahkan rekor Muri, Kamis (28/7).

Tampak, khadimul ummah Walikota Mataram H Ahyar Abduh, Wakil Walikota Mataram H Mohan Roliskana , bersama jajarannya sangat bersemangat dalam memimpin kegiatan akbar ini. ‘’Saya, khadimul ummah (pelayan masyarakat) Kota Mataram menyampaikan rasa bangga bisa hadir diantara ribuan umat Islam di tempat ini. Insya Allah, kegiatan ini akan menjadi yang terbesar di Indonesia dan tercatat dalam rekor Muri,’’ ungkap Ahyar Abduh penuh semangat.

Di tempat yang sama, pentas akbar ini juga dihadiri Wakil Gubernur NTB H Muhamad Amin dan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata NTB H Muhamad Faozal bersama utusan dari Museum Rekord Indonesia. ‘’Ini kegiatan spektakuler. Saatnya kita buktikan kepada dunia, bahwa Kota Mataram dan Nusa Tenggara Barat mampu menggelar even nasional MTQ ini,’’ kata Muhamad Amin.

Penyerahan piagam rekor Muri melantunkan mars MTQ Nasional di Taman Sangkarean, Kota Mataram.
Penyerahan piagam rekor Muri melantunkan mars MTQ Nasional di Taman Sangkarean, Kota Mataram.

Lantas apa itu Barzanji yang mampu menghangatkan hati dan menyejukkan atmosper Kota Mataram itu?

Al-Barzanji atau Berzanji adalah kumpulan doa, puji-pujian, dan riwayat Nabi Muhammad SAW. Barzanji biasa dilantunkan dengan irama atau nada. Isi Berzanji bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW, silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga diangkat menjadi rasul. Didalamnya juga mengisahkan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia.

Nama Barzanji diambil dari nama pengarangnya. Seorang sufi bernama Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al Barzanji. Ia adalah pengarang kitab Maulid yang termasyur dan terkenal dengan nama Mawlid Al-Barzanji.

Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd Al-Jawahir (kalung permata) atau ‘Iqd Al-Jawhar fi Mawlid An-Nabiyyil Azhar. Sebenarnya, Barzanji adalah nama satu tempat di Kurdistan, Barzanj.

Nama Al Barzanji menjadi populer pada 1920-an, ketika Syaikh Mahmud Al Barzanji memimpin pemberontakan nasional Kurdi terhadap Inggris yang kala itu menguasai Irak.

Kitab Maulid Al Barzanji ini termasuk salah satu kitab maulid yang paling populer dan paling banyak tersebar di pelosok negeri Arab dan Islam, baik timur maupun barat. Bahkan banyak kalangan Arab dan non-Arab yang menghafalnya dan mereka membacanya dalam acara-acara keagamaan yang sesuai.

Dalam Barzanji diceritakan bahwa kelahiran kekasih Allah ini ditandai dengan banyak peristiwa ajaib yang terjadi saat itu, sebagai genderang tentang kenabiannya dan pemberitahuan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pilihan Allah SWT.

Saat Nabi Muhammad dilahirkan tangannya menyentuh lantai dan kepalanya mendongak ke arah langit. Dalam riwayat yang lain dikisahkan, Muhammad SAW dilahirkan langsung bersujud. Pada saat bersamaan dengan kelahiran Muhammad SAW, istana Raja Kisrawiyah retak dan terguncang hingga empat belas berandanya terjatuh. Maka, kerajaan Kisra pun porak poranda.

Bahkan, lahirnya Nabi Muhammad ke muka bumi mampu memadamkan api sesembahan kerajaan Persi yang diyakini tak bisa dipadamkan oleh siapapun selama ribuan tahun.

Secara sederhana kita dapat mengatakan bahwa karya Ja’far Al-Barzanji merupakan biografi puitis Nabi Muhammad saw. Dalam garis besarnya, karya ini terbagi dua: Natsar dan Nadhom. Bagian Natsar terdiri atas 19 sub bagian yang memuat 355 untaian syair, dengan mengolah bunyi ’’ah’’ pada tiap-tiap rima akhir. Seluruhnya menurutkan riwayat Nabi Muhammad SAW. Mulai dari saat menjelang beliau dilahirkan hingga masa ketika Muhammad SAW mendapat tugas kenabian. Sementara, di bagian Nadhom terdiri atas 16 sub bagian yang memuat 205 untaian syair, dengan mengolah rima akhir ‘’nun’’.

Syaikh Ja’far Al Barzanji dilahirkan Kamis awal Zulhijjah 1126 di Madinah Al-Munawwaroh. Al Barzanji wafat pada Selasa, selepas Asar, 4 Sya’ban 1177 H di Kota Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi`.(*)

Apink Alkaff

 

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top