You are here
Home > ADVENTURE > Surat Terbuka untuk Kamu yang Memperkosa Ibu Bumi

Surat Terbuka untuk Kamu yang Memperkosa Ibu Bumi

Apa yang terjadi saat ini merupakan kegelisahan yang telah lama mengendap di benak dan bermuara pada persoalan yang sedang terjadi.  Persoalan yang terjadi saat ini seharusnya mengingatkan kita akan peran penting gunung. Baik dari sisi ekonomi maupun ekologi. Terlepas dari keberadaan gunung sebagai salah satu destinasi petualangan, gunung memiliki peran ekologi yang sangat penting. Bentuk permukaan bumi yang menjulang tinggi ini merupakan daerah penyimpan air dunia yang menyediakan air tawar bagi setidaknya setengah penduduk dunia. Gunung juga memiliki peranan penting dalam memengaruhi iklim regional dan global serta kondisi cuaca.

Salah satu gunung berapi aktif dari 127 gunung berapi di Indonesia adalah Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung Rinjani mendominasi lanskap Pulau Lombok dan mencakup sepertiga dari total luas Pulau Lombok. Daerah ini juga merupakan daerah tangkapan air utama dari 4 DAS (Daerah Aliran Sungai) terbesar yaitu Dodokan, Menanga, Putih, dan Jelateng. Sebanyak 90% suplai air di Pulau Lombok berasal dari hutan di Rinjani dan sekitar 3 juta orang bergantung pada suplai air dari Rinjani. Hutan juga memiliki peran penting dalam siklus karbon global karena pohon-pohon di hutan berjasa menyerap karbon. Pahamkah anda hai pengelola?

Sayangnya hal tersebut diabaikan oleh pengelola, yang menganggap bahwa Rinjani adalah sumber pendapatan (sumber angpao seperti yg tertulis di satu medsos tentang pemasangan letterboard segara anak), bukan sumber kehidupan yg menopang peradaban di Gumi Paer Lombok. Apabila ekosistem hulu hancur secara perlahan, bukankah akan berdampak pada kehidupan di muara. Salah satu contoh hilangnya titik titik mata air yg dampaknya kita pun kesusahan untuk mendapatkan air. Lupakah anda hal tersebut hai pemilik ide letterboard??

Persoalan sampah tak jua selesai, manajemen pengelolaan yang buruk, infrastruktur yang kadang aneh bin ajaib kebijakannya. Tong sampah bersanding dengan reklame anjuran untuk tidak membuang sampah. Brilian! Tapi maksudnya apa siih?

Dan sekarang letter board.

Oh ibu bumi maafkan mereka yang ternyata tidak memahami arti sebuah kerendahan hati. Perjalanan menyusuri setiap jalan menuju pulang ke dekapan kabut Sembalun, telah mengajarkan kami arti rendah diri dan mengagumi serta mensyukuri ciptaanMU. Tanpa disadari manusia seringkali jumawa. Merasa bahwa manusia mahluk ciptaan yang paling tinggi derajatnya dibandingkan mahluk yang lainnya. Bahkan seringkali meniadakan keberadaan mahluk lainnya seperti buang sampah sembarangan. Gunung merupakan secuil surga kecil yang luar biasa keindahannya, sekaligus merupakan tempat belajar bagi para pendaki untuk merendahkan hati karena dirinya tidak lebih butiran debu dihadapan alam semesta ciptaan-NYA. DAN MEREKA GAGAL MEMAHAMI HAL TSB!!

LETTER BOARD yg menyimbolkan bahwa pendakian kekinian hanyalah untuk memuaskan ego dan hasrat, tidak lagi bicara tentang meredam ego dan berlaku bijak pada alam. Hanya untuk memperlihatkan EKSISTENSI dan KESOMBONGAN. SESOMBONG STATEMENT KALIAN YG INGIN MENINGKATKAN JUMLAH KUNJUNGAN KE RINJANI DENGAN LETTERBOARD TERSEBUT, TANPA BERPIKIR UNTUK MENYELESAIKAN PERSOALAN MENDASAR YANG ADA. (AYO CABE CABEAN DAN ALAYER ANTRI YG TERTIB YA DIPHOTO BOOTH INI. TOLONG RANGERNYA BUKA STAND PENDAFTARAN BIAR GAK CHAOS. SATU KALI FOTO 10 RIBU, ABIS ITU KASIH TULISAN DIKIT “WAS HERE” DI HURUF YANG KALIAN PILIH, DAN JANGAN LUPA PAKE HOTPANTS DAN TANKTOP TONJOLKAN BUAH DADAMU SEPERTI FILM ITU. ROMEO DI RINJANI.

Kenapa kami… Mereka… Dan banyak lagi yang bereaksi tentang kejadian ini, walau kami tidak kenal satu sama lain? Karena kami punya warna yang sama. Warna KEMARAHAN!!!Secara biologis kami terlahir dari rahim ibu, tapi secara ideologis kami terlahir dari rahim ANJANI, dewi penguasa RINJANI. Kami dididik dengan keras oleh paman SANGKAREANG kami, dimanjakan oleh bibi SEGARA ANAK dan AIQ KALAQ kami. Hal itu yg menjadi alasan kami bereaksi. KAMI TIDAK RELA “IBU” BUMI KAMI DIPERKOSA KEHORMATANNYA, DINISTAKAN MARTABATNYA, DILECEHKAN DERAJATNYA DENGAN LETTER BOARD TERSEBUT!!!

JANGAN KAMU HINA KELUARGA KAMI DENGAN ALASAN DEMI MAJUNYA PARIWISATA.ATAU KALIAN TIDAK BISA MEMBEDAKAN KONSEP TAMAN WISATA DENGAN WISATA ALAM?? SARAN KAMI, BERPIKIRLAH DENGAN BIJAK, BERTINDAKLAH DGN DEWASA DALAM MEMPERLAKUKAN RINJANI. REDAM EGO KALIAN DAN MARI BERPIKIR TENTANG KELESTARIAN RINJANI. SALAM LESTARI

DARI KAMI, ANAK ANAK RINJANI

sumber: Rinjani Rumah Kita

UTARAKITA
UTARAKITA
Portal berita dan petualangan yang menyajikan sudut pandang berbeda
Top