You are here
Home > ADVENTURE > Tanjung Ringgit, Surganya Tapak Sulaiman

Tanjung Ringgit, Surganya Tapak Sulaiman

”Tanjung Ringgit Gili Petelu, Pink Beach Buat yang Merindu’’

Kalimat itu sempat terngiang di kepala ketika menjejakkan kaki di salah satu pulau karang Gili Petelu, Lombok Timur. Gili yang dalam bahasa Sasak bermakna pulau kecil dan telu yang berarti tiga. Sederhananya, Gili Petelu adalah tiga pulau karang yang penuh misteri.

Sedangkan ketika menginjakkan kaki di Pink Beach, sempat pula terlintas kerinduan atas seseorang terdekat atau terkasih. Yang pasti, Pink Beach akan menyeret pengunjungnya dalam banyak ruang imaji yang liar.

Tanjung Ringgit, Lombok Timur.
Tanjung Ringgit, Lombok Timur.(photo:tamam)

‘’Andai ada fullmoon private party di Pink Beach ini suatu ketika,’’ gumamku yang diiyakan Tuan Helmi, tamu kami yang asli Malaysia dan kali pertama ke Lombok ini.

‘’Ini gila. Gila. Gila. Tempat ini sungguh indah,’’ kata Helmi yang pejabat Felda Technoplant, Malaysia itu kepada koleganya Tamam, Direktur PT Tekad Jaya Abadi Mataram di atas perahu menuju Gili Petelu.

Ketertarikan sungguh diperlihatkan kembali oleh Cek Helmi sejak kali pertama merasakan jernihnya laut berarus di celah karang Gili Petelu. Helmi pun terlihat amat menikmati teriknya mentari pulau karang cadas nan mungil itu. ‘’Wow, wow, wow,’’ kata Helmi yang menahan perih kakinya lantaran harus berjalan di atas tajamnya karang dan panasnya pasir lembut Gili Petelu.

Pink Beach, Jerowaru, Lotim.
Pink Beach, Jerowaru, Lotim.(photo: tamam)

Puas motret-motret di pulau karang yang dihuni seekor monyet pemalu itu, boat Rp 500 ribuan yang kami sewa dari Tanjung Luar ini membawa kami ke Pink Beach. Setelah terpesona keramahaan Pink Beach, pejabat Negeri Seberang yang mulai jatuh cinta dengan sambel ikan Lombok kembali berucap syukur.

‘’Semua yang ada disini enak. Kelapa mudanya segar, jagung rebusnya manis. Ikan kakap merah ini pun terasa fresh,’’ kata Helmi yang kemudian berniat akan mengajak rekan sejawatnya untuk kembali berlibur ke ujung selatan Pulau Lombok ini.

Maklum, saat itu Helmi yang tengah dalam satu urusan bisnis tenaga kerja itu tidak ada jadwal berlibur. ‘’Syukur, setelah semua pekerjaan selesai, saya sempat diajak melancong ke tempat indah ini (Tanjung Ringgit,red),’’ ungkap Helmi seraya berterimakasih.

Gili Pasir, Lombok Timur.
Gili Pasir, Lombok Timur.(photo: tamam)

Setelah menikmati citarasa ikan bakar Pink Beach, petualangan one day trip bisa dilanjutkan dengan soft trek to the hill. Untuk mencari spot-spot gambar yang tidak mainstream tentunya.

Puas njepret di ujung-ujung tebing, pengunjung biasanya melanjutkan tour keliling atol seputar Tanjung Ringgi. Eiiit, jangan kuatir! Bagi yang berniat melanjutkan petualangan misteri Tanjung Ringgit ini, di samping selatan Pink Beach, tersedia private hotel berkelas dunia, Jeeva Bloam namanya. Hotelnya alami, private, misterius, dan romantis.

Lepas dzuhur, atau sekitar pukul 14,00 WITA, pengunjung one day trip biasanya kembali main air. Snorkling atau sekedar singgah di atol-atol tak bertuan.

Bagi yang suka bersentuhan dan bersosiologi pedesaan, trip bisa dilanjutkan ke Pulau Marengkek. Pulau terpadat yang dihuni ribuan warga suku Sasak, Bajo, dan berbagai etnis nusantara lainnya.

Tapak Sulaiman atau bintang laut yang terdampar di Gili Pasir.
Tapak Sulaiman atau bintang laut yang terdampar di Gili Pasir.(photo: tamam)

Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati manisnya sentuhan akhir perjalanan ketika singgah di Gili Pasir. Pulau pasir yang muncul hanya ketika air laut surut. Sebelum siang, atau ketika air laut pasang, pulau pasir ini tak tampak. Ada tiang dan bendera merah putih sebagai tanda spot Gili Pasir. Biasanya, obyek pulau pasir ini dikunjungi wisatawan sore hari atau menjelang mentari yang pulang.

Menariknya, perairan Tanjung Ringgit ini merupakan surganya tapak Sulaiman yang dalam bahasaMalaysia berarti bintang laut. Tapak Sulaiman ini mudah ditemui hampir di semua spot perairan dangkal di sekitar Gili Petelu. Bahkan, pengunjung bisa menemui sejumlah tapak Sulaiman yang terdampar di Gili Pasir ketika air laut surut.(*)

Apink Alkaff

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top