You are here
Home > ADVENTURE > Ziarah ke Hadramaut, Negeri Para Aulia (8)

Ziarah ke Hadramaut, Negeri Para Aulia (8)

”Catatan Pulang”

Penerbitan sepenggal kisah perjalanan pencarian akar keturunan Bani Alawiyin ini sempat tertunda beberapa bulan. Sebelumnya, tujuh seri catatan pulang ini sudah termuat di utarakita.com sejak 22 September 2015 sampai 3 November 2015 lalu. Karena permintaan kawan, kerabat, dan keluarga, catatan perjalanan pulang dari ”Lombok – Hadramaut” ini saya lanjutkan untuk diterbitkan.

Di pemakaman Zanbal, Tarim, Hadramaut, Yaman, Maret 2013 lalu.
Di pemakaman Zanbal, Tarim, Hadramaut, Yaman, Maret 2013 lalu.

Ziarah ke Hadramaut, Negeri Para Aulia (8)

Memang, secara umumnya pemakaman Zanbal, Tarim, Hadramaut adalah kawasan pemakaman Saadah Ba’Alawi. Namun, di komplek Zanbal juga terdapat makam masyaikh dari Kabilah Ba’Udhan, Bahamish, Al-Bahri dan sejumlah makam tokoh dari kabilah lain. Artinya, komplek pemakaman Zanbal tidak eksklusif hanya untuk Saadah Ba’alawi saja.

Apink Alkaff – Lombok

Seperti diriwayatkan Syaikh Saad bin Ali yang menyebutkan, di pemakaman Zanbal dikuburkan para sahabat Rasulullah SAW yang wafat saat menunaikan tugas di jalan Allah SWT. Makam para sahabat Rasulullah SAW ini terletak di bagian timur komplek pemakaman Zanbal. Tepatnya, di timur makam Ustadz Al A’zhom Muhammad Bin Ali Al Faqih Muqaddam.  Atau di sebelah barat kubah makam Alhabib Abubakar Bashmeleh bin Abdullah bin Abdurrahman Assegaf.

Komplek makam Zanbal dengan latar kubah makam Sayid Abu Bakar Basmeleh yang selalu terkunci. (foto: apink alkaff)
Komplek makam Zanbal dengan latar kubah makam Sayid Abu Bakar Basmeleh yang selalu terkunci. (foto: apink alkaff)

Hanya saja, pintu kubah makam Habib Abubakar Bashmeleh ini selalu terkunci. Menurut para pemandu ziarah, makam Habib Abubakar Bashmeleh ini ditutup sekitar 2008 lalu. Konon. makam salah satu aulia besar yang dikenal selalu memuliakan tamu semasa hidupnya ini terpaksa ditutup untuk menghindari fitnah.

‘’Ketika peziarah datang dan membaca Surat Yasin di makam ini, tangan Habib Abubakar Bashmeleh kerap keluar untuk menyalami peziarah. Itu sebagai ungkapan terima kasihnya. Nah, untuk menghindari fitnah, makamnya terpaksa ditutup,’’ kata Osamah Bin Syekh Abubakar.

Syukurnya, atas bantuan Osama dan seizin Mufti Tarim Habib Ali Mashur, ana bersama lima peziarah asal Singapura sempat memasuki kubah makam Habib Abubakar Basmeleh. ‘’Jangankan peziarah, pelajar yang sudah bertahun-tahun tinggal di Hadramaut, belum tentu bisa memasuki kubah Abubakar Basmeleh ini,’’ terang Osamah seraya menyerankan kami meminum air yang selalu disediakan di samping makam aulia besar tersebut.

Mufti Tarim, Habib Ali Masyhur bersama adiknya, Habib Umar bin Hafidz, peziarah dari Malaysia, dan ratusan santri Darul Musatafa saat ziarah rutin Jumat di Zanbal, Tarim.
Mufti Tarim, Habib Ali Masyhur bersama adiknya, Habib Umar bin Hafidz, peziarah dari Malaysia, dan ratusan santri Darul Musatafa saat ziarah rutin Jumat di Zanbal, Tarim.

Untuk komplek pemakaman Furait, namanya diambil dari nama bukit Furait yang terletak persis di sisi barat komplek pemakaman tersebut. Lokasinya dibatasi jalan raya dengan komplek pemakaman Zanbal.

Di komplek pemakaman para masyaikh ini terdapat makam keluarga Bafadhal, Alkhatib, dan sejumlah keluarga masyaikh lain. Salah satu makam ulama terkenal di Furait ini adalah makam Syaikh Sa’ad bin Ali Madhaj Alhadrami (wafat sekitar 857 H). Juga terdapat makam Syaikh Ahmad bin Abdullah Bahablil, Syaikh Salim Said Bakir Baghisan dan makam Syaikh Abu Yahya Salim bin Fadhal Bin Muhammad bin Abdul Karim bin Muhammad Bafadhal yang wafat sekitar tahun 581Hijriah. Syaikh Salim ini adalah murid dari Imam Muhammad Shohibul Mirbath.

Selain itu, ada juga makam Syaikh Fadhal bin Muhammad bin Al Faqih Ahmad, Syaikh al-Arifbillah Umar bin Ali Baumar, Syaikh Ahmad bin Muhammad Bafadhal, Syaikh Abdurrahman bin Yahya Alkhatib, Syaikh Ahmad bin Ali Alkhatib, Syaikh Ibrahim bin Yahya Bafadal, Imam Alqudwah Ali bin Ahmad Bamarwan dan masih banyak lagi makam para wali di komplek pamakaman Furait ini.

Akan halnya dengan komplek pemakaman Akdar dikenal sebagai komplek pemakaman umum. Di komplek ini juga terdapat ratusan makam ulama, aulia, dan salihin dari keluarga Basri, keluarga Jadid, keluarga Alwi, keluarga Bafadhal, keluarga Baharmi, keluarga Bamahsun. Juga terdapat makam keluarga Bamarwan, keluarga Ba’isa, keluarga Ba’ubaid dan lainnya. Salah satu makam masyaikh di komplek pemakaman Akdar ini adalah Syaikh Yahya dan Syaikh Ahmad dari Bani Salim Akdar. (bersambung)

apink alkaff
apink alkaff
Tentang penulis: Lahir di Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB. Pernah bekerja sebagai wartawan Lombok Post selama 10 tahun (2002-2012). Juga pernah menjadi kuli tinta di Jawa Pos News Network (2007-2008). Sempat juga menjadi jurnalis LKBN Antara Mataram (2015). Dan kini, menulis di Utarakita.com
http://utarakita.com
Top